ROCK TOUR TEBING WATU GRIBIG

Rock tour merupakan kegiatan adventure dari divisi rock climbing Mapalaska berupa kegiatan pemanjatan yang dilakukan di tebing dan biasanya dilakukan beberapa hari (menginap di lokasi tersebut) adapula kegiatan rock tour ini terbuka untuk semua anggota Mapalaska, namun untuk rock tour kali ini hanya diikuti oleh anggota divisi rock climbing yaitu Wipol (kodiv rock climbing), Lugur, Tewel, Pingli, Cepong dan Gorila. Untuk kegiatan rock tour kali ini dilakukan selama 3 hari dua malam yaitu pada tanggal 24-26 Juni 2024 di tebing Watu Gribig.

Tebing Watu Gribig ini berlokasi di Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, tebing ini dikelola oleh Dieng Climbing Adventure, tebing Watu Gribig sampai saat ini memiliki total 15 jalur dengan berbagai grade, dari yang mudah sampai susah. Berikut daftar nama jalur dan grade yang ada di Tebing Watu Gribig

  1. Puro (5.8)
  2. Zada NR (5.9)
  3. Manjat ceria (5.8)
  4. Batu ratapan (5.10c)
  5. Kosek (5.9)
  6. Kentang dieng (5.10b)
  7. Prasasti (5.10b)
  8. Carica hirisetir (5.11a)
  9. DA Anjani (5.10c | 7bo)
  10. Akad (5.10b | 7bo)
  11. Exim (5.10c)
  12. Tani muda (5.10c)
  13. Karya tani (5.11b)
  14. Aroma (5.10a)
  15. Tahen lan komes (5.9)

gambar jalur batu ratapan grade 5.10c

Tinggi dari tebing ini mencapai 15 meter dengan view tebing menghadap langsung ke telaga warna dan telaga pengilon serta bentang alam wonosobo yang indah, ladang kebun warga yang tertata rapi juga menambah kecantikan view dari tebing watu gribig ini. Di Tebing Watu Gribig ini sudah terdapat basecamp di dekat tebing yang bisa digunakan untuk bermalam lengkap dengan kamar mandinya.

Secara fisiologis tebing Watu Gribig terletak pada kompleks Gunungapi Dieng. Kegiatan gunungapi pada kompleks Gunungapi Dieng dari yang tua hingga yang muda dibagi dalam tiga episode yang didasarkan pada umur relatif, sisa morfologi, tingkat erosi, hubungan stratigrafi dan tingkat pelapukan. Yaitu episode pertama (pra kaldera), episode kedua (dieng dewasa), dan episode ketiga (dieng muda)

Bagaimana tebing watu gribig terbentuk?
Bentang alam vulkanik merupakan bentang alam yang berkembang pada daerah gunungapi. Berdasarkan peta geologi Dieng memiliki Nurpalama (2010), Tebing Watu Gribig merupakan lava andesit dengan komposisi mineral berupa plagiokias, biotit piroksen dan hornblende produk aktivitas vulkanik Dieng Muda yaitu Gunung Kendit. Tebing Watu Gribig sendiri diperkirakan sudah terbentuk sejak 270-120 ribu tahun yang lalu

Pada tanggal 24 Juni kami berenam berangkat dari sekretariat Mapalaska menuju Wonosobo, sesampainya kami di Wonosobo kami langsung menuju rumah kediaman pak Slamet Djoko selaku pengelola tebing, kami beristirahat sejenak sembari berbincang bincang mengenai tebing, kami menanyakan sejarah awal adanya pemanjatan di Tebing Watu Gribig dan berikut jawaban pak Slamet
“Awal mulai adanya pemanjatan di tebing watu gribik karena ada wabah korona, kami dan temen awalnya main repling,terus datanglah Vertical Rescue Indonesia yang di komadani Tedi Ixdiana dari Bandung terus bikin lah yang pertama 3 jalur panjat dan diadakan sekolah vertical rescue yang pertama tahun 2021. Lambat laun ada juga dari mapala bikin juga jalur, untuk total jalur yang dirintis mapala ada 4 jalur, dari komunitas panjat tebing juga ada yang bikin…. dan semuanya total ada 14 jalur”

gambar jalur kosek grade 5.9

Pak slamet sendiri merupakan seorang pegiat pecinta alam, beliau merupakan anggota Wanadri, bergabung sejak tahun 2016, beberapa pengelola disana juga merupakan anggota Wanadri dan Vertical Rescue Indonesia.

Untuk perizinan panjat tebing di Watu Gribig ini sendiri dari pengelola tidak mewajibkan harus kesana dan kesini namun dari pak Slamet selaku pengelola sendiri mengatakan bahwa biasanya para pegiat panjat tebing maupun mapala sudah mengurus ijin ke polsek, kodim, puskesmas dan pengelola tebing. Jarak puskesmas dari tebing sekitar 3 km atau 15 menit, untuk polsek dan koramil kurang lebih 11 m tepatnya di kota Wonosobo.

Setelah selesai mengurus perizinan, kami pun bergegas menuju tebing Watu Gribig, jalannya lumayan terjal dan menanjak, untuk motor sendiri tidak bisa naik sampai basecamp tetapi untuk lokasi parkir masih terbilang dekat. Saat sampai di basecamp hari sudah gelap dan kondisi basecamp gelap gulita karena basecamp tersebut baru saja selesai dibangun, jadi belum ada listrik dan penerangan, kami hanya memanfaatkan cahaya dari senter hp dan headlamp. Sesampainya di basecamp kami beres beres kemudian bersiap masak untuk makan malam. Selesai makan malam kami bersiap untuk tidur. Terdapat dua lantai didalam basecamp tersebut dan sebagian dari kami ada yang tidur diatas dan dibawah. Keesokan paginya kegiatan pemanjatan baru kita mulai, diawali dengan orientasi medan atau biasa kita sebut ormed kemudian dilanjut dengan pemanasan dan pemasangan runner pada jalur pemanjatan. Total jalur pemanjatan yang kita panjat ada 4 jalur, yaitu jalur Zada NR, Batu Ratapan, Kosek dan Manjat Ceria. Pada hari pertama pemanjatan cuaca disana sangat mendukung sekali karena cerah dan langitnya bersih, sedangkan di hari kedua cuaca kurang mendukung, karena pada siang hari kami mendapati cuaca mendung dan gerimis yang berlangsung sebentar. Pemanjatan selesai pada hari ketiga di siang hari, pemanjatan terakhir dilakukan di jalur Batu Ratapan, view yang didapat dari Baru Ratapan ini sangan indah sekali karena langsung menghadap ke telaga warna dan telaga pengilon. Setelah dipastikan tidak ada alat panjat yang tertinggal di tebing kami berkemas dan meninggalkan basecamp dalam keadaan bersih seperti semula, selesai meninggalkan basecamp kami menuju rumah pak Slamet untuk berpamitan dan kembali ke jogja, sebelum kembali ke jogja kami singgah sebentar di pemandian air panas di Dieng untuk melepas penat. Kami selesai sekitar jam 5 sore dan memulai perjalanan keJjogja ditemani kabut tebal khas Dieng. Sekitar pukul 21.00 kami sampai di sekretariat Mapalaska dan langsung melakukan pencucian alat yang kami gunakan selama pemanjatan. Selesai menjemur alat kami pun kembali ke kos masing masing.

gambar jalur Zada NR grade 5.9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *