MAPALASKA TURUT BERKONTRIBUSI DALAM PENANAMAN 1 JUTA POHON MATOA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BUMI

Dalam rangka memperingati hari bumi internasional yang ke 55, tepatnya pada Selasa, 22 April 2025 dan memperkuat implementasi asta citra presiden dan wakil presiden ke-8, Kementrian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekotologi serta menginisiasi gerakan penanaman 1 juta pohon Matoa di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam hal ini para jajaran staff serta tenaga pendidik UIN Sunan Kalijaga dengan melibatkan mahasiswa dari beberapa pihak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan juga stakeholder masyarakat Pajangan, Guwosari, Bantul turut serta meng sukseskan kegiatan penanaman 1 juta pohon Matoa ini. Kegiatan penanaman ini dilakukan di area kampus 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kampus 2 Pajangan, dan lembah UIN, dilakukan pada hari Rabu, 23 April 2025.

“Penanaman 1 juta pohon Matoa adalah aksi nyata untuk pelestarian bumi dan alam semesta sebagai bagian dari gerakan ekotologi yang digagas oleh Menteri Agama, Profesor Nasarudin Umar” ucap Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi Hasan dalam sambutannya pada acara opening ceremonial.

Mapalaska sebagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang lingkungan turut serta berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 1 juta pohon Matoa ini. Pohon matoa (Pometia pinnata) memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya pilihan bagus untuk program atau gerakan penghijauan, seperti diantaranya cepat tumbuh dan tahan terhadap iklim tropis, menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi. Konservasi tanah dan air, akar pohon matoa cukup kuat dan dalam, sehingga dapat membantu mencegah erosi tanah dan menyimpan air tanah dengan baik. Menarik Fauna, pohon ini bisa menjadi habitat bagi burung, serangga, dan hewan kecil lainnya, membantu menjaga keanekaragaman hayati. Pohon matoa bisa jadi salah satu pilihan yang berdampak ganda: lingkungan, ekonomi dan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *